Selasa, 03 Desember 2019

Program Bantuan Lampu Tenaga Surya akan Beralih ke Program PJU dan PLTS

Bisnis.com, JAKARTA - Program bantuan lampu tenaga surya hemat energi akan beralih ke program penerangan jalan umum dan pembangkit listrik tenaga surya. 
Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Nonkonvensional Kemenko Maritim dan Investasi Amalyos menjelaskan pihaknya bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mendorong program lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE), penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS), dan hybrid yang telah berlangsung sejak 2017 sebagai bagian dari aksi mitigasi sektor energi dalam pengurangan gas rumah kaca.
“Program ini akan berubah dengan lebih mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) melalui tenaga surya atas atap, lebih banyak pemasangan PJU, dan pembangkit listrik berbasis EBT," kata Amalyos dalam siaran pers, Jumat (15/11/2019). 
Menurut Amalyos perlu ada tindak lanjut setelah program LTSHE beralih pada PJUTS dan listrik atas atap karena program bantuan LTSHE ini merupakan investasi cukup besar yang dilakukan pemerintah.
“Tapi, kami berharap nanti tidak berakhir begitu saja. Saya harap ada kelanjutannya dalam bentuk program lainnya. Jadi, konsep dasarnya sama, pengembangan sumber daya matahari untuk menjadi listrik dalam bentuk nantinya pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang di atas atap atau rooftop itu,” ujarnya. 
Amalyos menjelaskan landasan regulasi program lanjutan itu telah disusun, tetapi konsep sementara akan difokuskan untuk instalasi gedung pemerintahan, sekolah, dan pesantren. Adapun untuk pemanfaatan di perumahan masih akan dibicarakan kembali.
"Untuk 2020, LTSHE tidak akan dilanjutkan lagi karena akan fokus untuk rooftop dan PJU tenaga surya itu. Sampai saat ini PJU dialokasikan di 50.000 titik di seluruh Indonesia, sedangkan untuk rooftop-nya dialokasikan pada 800 titik,” jelas Kepala Seksi Pelaksanaan Pengawasan Pembangunan Infrastruktur Panas Bumi dan Bioenergi Kementerian ESDM Galan Jaesa Perdana.
Galan menambahkan, selama monitoring di Lombok, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas ESDM Nusa Tenggara Barat. Dengan demikian, diharapkan para perangkat desa yang warganya memperoleh LTSHE dapat menyampaikan langsung ke Dinas ESDM Provinsi jika ada keluhan.
“Dengan regulasi sekarang yang didorong Kemenko Marves dengan Kementerian ESDM, bisa saja PLN memperluas lini bisnisnya dengan masuk dalam segmen bisnis pembangkit listrik tenaga surya ini," ujarnya.
Demikian pula dengan independent power producer (IPP), masih terbuka kesempatan investasi, khususnya di pulau-pulau yang belum bagus listriknya.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Penerangan Jalan Gadel-Pangkalan Pari Tak Berfungsi

INDRAMAYU – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Raya Gadel-Pangkalan Pari masih minim. Bahkan, ada beberapa PJU yang juga mati.
Kondisi itu disesalkan warga setempat. Pasalnya, jalan raya itu merupakan akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka.
Pemerintah Desa Gadel, Usman, mengatakan, masih minimnya PJU di daerah perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Majalengka yang merupakan jalan akses utama menuju BIJB, masih butuh perhatian pihak terkait. Ditambah lagi, kata Usman, jalan tersebut merupakan jalan provinsi akses masuk ke BIJB.
Menurut Usman, pengendara hanya mengandalkan penerangan dari kendaraan saja. Dengan kondisi jalan perbatasan yang sepi, minimnya lampu penerangan, dan jarak yang jauh antara pemukiman lintas perbatasan, membuat jalan sangat rawan terjadi kecelakaan dan tindak kejahatan.
“Apalagi kondisi jalan yang panjang dan merupakan semak-semak, sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Sebagai pemerintah desa, lanjut Usman, menyampaikan keluhan warga agar segera di pasang PJU di jalan perbatasan. Karena akses jalan utama masuk ke BIJB dari Kabupaten Indramayu.
Hal senada diungkapkan warga setempat, Karyan (45). Dia sangat berharap kondisi PJU yang miring dan tidak lagi berfungsi dapat menjadi fokus perhatian dan bisa lebih cepat dilakukan perbaikan agar pengendara tidak lagi waswas saat berkendara di malam hari.
Karyan berharap, PJU di jalan perbatasan Gadel dan Pangkalan Pari bisa dipasang Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), dibandingkan  PJU konvensional yang sering mati dan mudah rusak.
“Paling rawan pemotor, kasihan jika malam hanya mengandalkan penerangan seadanya, apalagi jalan sepi walaupun jadi akses masuk utama ke BIJB via Kabupaten Indramayu,” tuturnya.
Sumber: radarcirebon.com
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id
INDRAMAYU – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Raya Gadel-Pangkalan Pari masih minim. Bahkan, ada beberapa PJU yang juga mati.
Kondisi itu disesalkan warga setempat. Pasalnya, jalan raya itu merupakan akses menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka.
Pemerintah Desa Gadel, Usman, mengatakan, masih minimnya PJU di daerah perbatasan antara Kabupaten Indramayu dan Majalengka yang merupakan jalan akses utama menuju BIJB, masih butuh perhatian pihak terkait. Ditambah lagi, kata Usman, jalan tersebut merupakan jalan provinsi akses masuk ke BIJB.
Menurut Usman, pengendara hanya mengandalkan penerangan dari kendaraan saja. Dengan kondisi jalan perbatasan yang sepi, minimnya lampu penerangan, dan jarak yang jauh antara pemukiman lintas perbatasan, membuat jalan sangat rawan terjadi kecelakaan dan tindak kejahatan.
“Apalagi kondisi jalan yang panjang dan merupakan semak-semak, sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.
Sebagai pemerintah desa, lanjut Usman, menyampaikan keluhan warga agar segera di pasang PJU di jalan perbatasan. Karena akses jalan utama masuk ke BIJB dari Kabupaten Indramayu.
Hal senada diungkapkan warga setempat, Karyan (45). Dia sangat berharap kondisi PJU yang miring dan tidak lagi berfungsi dapat menjadi fokus perhatian dan bisa lebih cepat dilakukan perbaikan agar pengendara tidak lagi waswas saat berkendara di malam hari.
Karyan berharap, PJU di jalan perbatasan Gadel dan Pangkalan Pari bisa dipasang Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), dibandingkan  PJU konvensional yang sering mati dan mudah rusak.
“Paling rawan pemotor, kasihan jika malam hanya mengandalkan penerangan seadanya, apalagi jalan sepi walaupun jadi akses masuk utama ke BIJB via Kabupaten Indramayu,” tuturnya.
Sumber: radarcirebon.com
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Senin, 02 Desember 2019

Mencemaskan, Panel Surya PJU Jalur Pantura Indramayu Banyak yang Rusak

INDRAMAYU – Keberadaan lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di sepanjang jalan raya pantura Kabupaten Indramayu kembali disorot. Ini menyusul, lampu yang mengandalkan sumber energi dari sinar matahari itu mulai banyak yang tak berfungsi. Mayoritas mengalami kerusakan.
Seperti yang terlihat pada salah satu unit PJUTS di jalan raya pantura Kandanghaur tepatnya depan Pondok Pesantren Darussalam, Desa Eretan Kulon. Selain tak berfungsi, kondisi atap panel nyaris copot membuat cemas para pengendara.
Mereka waswas kerusakan pada bagian atap panel berukuran sekitar 1×0,5 meter yang hampir jatuh itu bisa membahayakan keselamatan pengendara yang melintas dari arah Cirebon menuju Jakarta maupun sebaliknya.
“Nyaris copot. Sudah beberapa hari, tapi belum ada perbaikan. Sebentar lagi kayaknya bakalan jatuh. Anginnya di sini lagi kencang,” ucap Rudin, salah seorang warga, Minggu (24/11).
Dia memprediksi, kerusakan panel PJUTS itu akibat terjangan angin kencang disertai hujan deras yang melanda wilayah pantura beberapa pekan terakhir. Namun dia juga menduga, kerusakan pada lampu PJTUS itu akibat ulah oknum tak bertanggungjawab. Pasalnya, tak terlihat baterai didalam boknya. “Kaya ada yang nyolong,” ucapnya.
Warga lainnya, Wawan mengatakan, kerusakan PJUTS biasa terjadi sepanjang musim penghujan. Sementara di sisi lain, jarangnya perawatan lampu oleh pihak berwenang.
Padahal, menurutnya, fasilitas penerangan di jalan raya pantura harus rutin dicek dan dipastikan berfungsi dengan baik, terlebih saat ini dimusim penghujan dan menjelang liburan Natal dan tahun baru. Keberadaan lampu-lampu tersebut penting untuk keselamatan para pengguna jalan.
Sumber: radarcirebon.com
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Camat Kesambi Keluhkan Banyak PJU Mati

CIREBON–Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Kesambi dilaporkan mengalami gangguan penerangan. Kondisi ini dikeluhkan Camat Kesambi Subrata S Sos. Dia khawatir, kerusakan lampu penerangan jalan umum (PJU) dapat memicu kriminalitas di malam hari.
“Sampai sekarang belum ada perbaikan. Kami nunggu-nunggu,” ujarnya kepada Radar Cirebon.

Dari laporan yang diterima, kerusakan PJU terdapat di Jl Dr Sudarsono. Sebarannya merata mulai Persimpangan Pusdiklatpri hingga RSD Gunung Jati. Padahal di area ini seringkali sepi di malam hari. Subrata mengaku, sudah menyampaikan aduan ini di acara konsolidasi pemilu yang dilaksanakan di Balaikota Cirebon, belum lama ini.

Sayangnya, Dinas Perhubungan (Dishub) tidak bisa bertindak dalam waktu dekat. Dengan alasan tidak ada anggaran yang tersedia untuk pemeliharaan. “Saya heran. Dishuh enteng banget bilang nggak ada anggaran,” tukasnya.
Ia mempertanyakan jawaban di forum tersebut. Bagaimana bisa PJU dibiarkan rusak berbulan-bulan. Selama menunggu sampai ada anggaran tersedia. Subrata kembali menyinggung kerawanan di malam hari. Dicontohkannya kasus penodongan di Kampung Sigendeng Jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Salah satu faktornya karena minim penerangan. “Ini sepanjang jalan di depan Kecamatan Kesambi kalau malam gelap dan PJU nya mati semua, ini kan termasuk rawan,” tandasnya.

Pihaknya berharap dishub bisa segera mengatasi banyaknya PJU yang mati ini. Setidaknya melakukan pemeliharaan.
Sumber: radarcirebon.com
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Seluruh Desa dan Kelurahan Dijamin Terang, PPU Terima Bantuan 5000 PJU dan Power Cell

HARIANPPU.ONLINE,PENAJAM- Seluruh Desa dan Kelurahan di Kabupaten Penajam Paser (PPU) dalam waktu dekat bakal terang benderang. Pasalnya di akhir 2019 ini, Kabupaten PPU telah memperoleh bantuan hibah sosial berupa Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Power Cell dari dua pengelola sekaligus.
Perihal ini seperti disampaikan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesra, Pemkab PPU, Ir. Ahmad Usman, Senin, (25/11/2019).
“ Alhamdulillah Kabupaten PPU di 2019 ini kembali memperoleh bantuan hibah sosial berupa PJU dan Power Cell dari dua pengelola sekaligus, masing-masing ada sebanyak 1500 titik PJU dan 3100 Power Cell yang merupakan bantuan hibah sosial bersumber dari Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNT). Kemudian ada 3500 titik PJU dan PJL yang merupakan bantuan hibah sosial dari PT. Insa Riski untuk PPU, “kata Ahmad Usman.
Dikatakan Ahmad Usman, seluruh bantuan hibah sosial ini nantinya akan diperuntukkan keseluruh desa dan kelurahan yang ada di PPU. Dengan jumlah bantuan yang ada tersebut, diperkirakan masing-masing desa dan keluran yang ada akan memperoleh bantuan penerangan hingga 100 titik PJU.
Kemudian PJU ini nantinya tambah Ahmad Usman, akan dipasangkan pada titik-titik teramai atau wilayah yang memang sering dilalui oleh masyarakat setempat, seperti pada gang jalan, tempat ibadah dan sebagainya.
“Titik-titik yang menjadi prioritas pemasangan PJU di kelurahan dan desa ini adalah seperti wilayah-wilayah yang rawan kejahatan-kejahatan sosial, rawan jambret dan sebagainya. Kemudian prioritas juga pada tempat-tempat ibadah yang ada di desa dan kelurahan seperti Masjid, Mushala, Gereja dan sebagainya. Dengan demikian Indonesia terang, Desa terang akan mendukung program PPU bersinar di Kabupaten PPU, “ jelas Ahmad Usman.
Dirinya juga berharap dukungan langsung Pemerintah Daerah Kabupaten PPU melalui Dinas tehnis terkait tentang bagaimana penempatan yang tepat, minimal jarak yang ada sejauh 50 meter antara PJU satu dengan lainnya.
Selain itu Ahmad Usman juga berharap pihak kecamatan dan kelurahan agar segera mungkin dapat melakukan koordinasi terkait penentuan titik-titik mana saja di wilayah mereka yang tepat menjadi titik pemasangan PJU tersebut.
“Pemasangan PJU ini nantinya tidak dibagi secara merata dimasing-masing desa dan kelurahan yang ada. Tetapi berdasarkan titik-titik yang memang diperlukan penerangan sesuai kreteria yang ada. Oleh karena itu koordinasi kecamatan dan kelurahan untuk ini sangat kami perlukan,” harapnya.
“Alhamdulillah kita juga sangat bersyukur sekali telah memperoleh bantuan hibah sosial ini. Karena jika menggunakan APBD PPU, jika setiap PJU membutuhkan masing-masing biaya sebesar 20 juta saja, maka dengan jumlah 5 ribu titik bantuan yang ada akan membutuhkan anggaran sebesar 100 Milyar, “ ungkapnya.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Minggu, 01 Desember 2019

Sebulan, Dishub Rogoh Rp 580 Juta Bayar Tagihan Pemakaian Lampu PJU

AMPANG - Anggaran yang dialokasikan untuk membayar pemakaian lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Sampang cukup fantastis. Setiap bulan, tagihannya bisa mencapai 580 juta.
Kasi Teknik Sarana dan Prasarana (TSP) Jalan Dishub Sampang Syahroni mengatakan, tagihan lampu PJU di 14 kecamatan variatif. Sebulan berkisar Rp 550 juta sampai Rp 580 juta.
"Tahun ini, total anggaran yang disediakan untuk membayar tagihan lampu PJU sebesar Rp 6,7 miliar. Alhamdulillah sampai saat ini masih sesuai pagu anggaran," katanya.
Dijelaskan, setiap tahun lampu PJU di Sampang bertambah. Otomatis tagihannya pun naik. Untuk menghemat anggaran, pihaknya menyiasati dengan melakukan penggantian lampu.
"Dari lampu sounting dirubah ke Light Emitting Diode (LED), karena lampu sounting watt-nya besar. Selain itu, kita mengadakan penertiban PJU ilegal," jelas Syahroni.
Ditambahkan, lampu PJU tersebar di 6.435 titik. Tahun ini ada penambahan 115 lampu PJU di Kecamatan Camplong, Banyuates, Sokobanah, Kedungdung, Torjun dan Jrengik.
"Saat ini masih proses pengerjaan, paling tidak bulan Desember sudah selesai semua," imbuhnya. (Moh Iqbal)
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Jumat, 29 November 2019

Rp28 Miliar untuk Penerangan Jalan di Kabupaten Tegal

Slawi, Gatra.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk pengadaan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU). Lampu PJU baru itu akan dipasang di 21 ruas jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Abdul Honi mengungkapkan, anggaran Rp28 miliar untuk pengadaan dan pemasangan lampu PJU berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. "Jenis lampu yang digunakan adalah lampu hemat daya berjenis LED," kata Honi, Jumat (8/11).

Honi mengatakan, pemasangan lampu PJU baru tersebut dilakukan di 21 ruas jalan kabupaten yang tersebar di wilayah perbatasan Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, wilayah perkotaan Slawi, wilayah barat, timur, dan selatan.

Menurutnya, pekerjaan pengadaan dan pemasangan saat ini sudah berjala dengan progres pengerjaan beragam di tiap ruas jalan. “Berdasarkan kontrak, pekerjaan pengadaan dan instalasi lampu PJU ini dilakukan selama 90 hari kalender, mulai dari tanggal 15 September hingga berakhir 15 Desember 2019," ujar Honi.

Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, pemasangan lampu PJU baru tersebut untuk menjawab keinginan dan keluhan dari masyarakat terkait kondisi ruas jalan yang gelap saat malam hari. “Sudah sejak lama masyarakat mendambakan LPJU, dan baru tahun ini bisa direalisasikan besar-besaran. Meski belum menyeluruh, setidaknya suasana malam di Kabupaten Tegal menjadi lebih terang," katanya.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Rp 2 Miliar Masih Kurang untuk Perbaikan dan Pengadaan Ratusan Lampu Penerangan Jalan di Kota Batu

SURYAMALANG.COM, BATU – Sedikitnya 200 Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) di Kota Batu rusak.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Lapangan Bidang Penerangan Jalan DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Batu, Didit Pungkas Wicaksono.
"Memang sudah banyak yang mengeluh, dari hasil total kalkulasi kami hingga saat ini terdapat 200 PJU dan PJL yang rusak dari 5 ribu unit yang ada," ungkap Didit.

Pihaknya saat ini tengah berfokus untuk memperbaiki jalan PJU dan PJL di jalan utama terlebih dahulu. Menurut Didit, PJU dan PJL yang rusak di Kota Batu cukup lumrah karena usianya rata-rata sudah menginjak angka 13 tahun.
“Batas pemakaian PJU dan PJL secara reguler hanya 3 sampai 5 tahun pemakaian saja,” imbuhnya.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Alfi Nurhidayat membeberkan Pemkot Batu telah menggelontorkan Rp 2 miliar untuk perbaikan serta pengadaan PJU dan PJL.

"Anggarannya sudah ada sekitar Rp 2 miliar, namun anggarannya masih kurang," terang Alfi.
Agar anggaran efektif, DPUPR untuk sementara memperbaiki fasilitas di kawasan jalur utama. Alfi membeberkan setiap perawatan atau pengadaan satu unit PJU atau PJL setidaknya menghabiskan dana sekitar Rp 3,6 juta. Jumlah total unit PJU dan PJL sekitar 5000 unit dari tiga kecamatan di Kota Batu.
Ia juga menambahkan 200 unit yang rusak saat ini masih belum termasuk kawasan Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu dan Dusun Brau, Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji.
"Dua kawasan itu memang yang sangat jarang tersentuh karena anggaran telah habis sebelum menyentuh Kelurahan Songgokerto dan Desa Brau," imbuh Alfi.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Pengadaan Lampu PJU Sebesar Rp90,7 M, DPRD DKI Minta Dikaji Ulang

Indonesiainside.id, Jakarta – Komisi bidang perekonomian (Komisi B) DPRD DKI meminta Dinas Perindustrian dan Energi (PE) mengkaji kembali usulan anggaran pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) sebesar Rp90,7 miliar dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020. Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, mengatakan bahwa usulan yang diajukan Dinas PE harus dipertimbangkan terlebih dahulu karena kegiatan penerangan jalan umum di tahun ini belum rampung.
“Jadi di tahun 2020 apakah kebutuhan lampu masih perlu atau tidak. Ini kita pertimbangkan, kalau tidak perlu ya tunda dulu. Jadi kita mendorong program yang prioritas,” ujarnya, Rabu (12/11).

Menurut dia, lampu PJU di ibu kota masih sangat layak dan beberapa telah diperbarui, sehingga anggaran yang diusulkan Dinas PE bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.
“Kita dukung kalau memang disekitaran tidak ada lampu penerangan lagi, tapi kalu masih layak ya ditunda dulu. Kota Jakarta kan sudah terang benderang,” tuturnya.
Sementara itu, Prasetio Edi Marsudi selaku Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta, mengatakan bahwa Dinas PE lebih baik fokus untuk menyelesaikan kewajiban yang sudah disepakati bersama anggota dewan pada APBD 2019 lalu. Adapun pengadaan lampu PJU sebenarnya masuk pada APBD 2018 dan 2019, namun pengerjaanya hingga saat ini tak kunjung rampung.

“Intinya, semua kegiatan yang masih berjalan untuk tahun 2019 tolong dituntaskan, jangan memikirkan hal yang kedepan dahulu,” ujar Pras (sapaan akrab Prasetio).
Kemudian, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PE DKI, Ricki Marojahan Mulia, menyatakan kegiatan penerangan jalan umum kembali diusulkan karena ada sebagian pengerjaan penerangan belum selesai. Saat ini, baru mencapai 256.891 unit dari target 312.000 unit tiang penerangan jalan atau 90 persen.
“Artinya, ada wilayah Jakarta yang saat ini sedang kita bangun dan belum terbangun, itulah yang kita masukkan dulu ke anggaran 2020, masih butuh 55.109 lampu. Saya optimistis tahun ini sudah bisa 90 persen lah. Nah sisanya Insya Allah 2020 makanya kita ajukan untuk penuntasan,” urai Ricki. (PS)
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

lPAD Terbesar HST Masih dari Pajak Penerangan Jalan dan Parkir, Sarang Walet Belum Optimal

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Hingga triwulan ketiga pada tahun 2019, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi maupun pajak daerah sudah terkumpul sebesar 75 persen.
Jumlah 75 persen ini dari target pajak dan retribusi sebesar Rp 23 miliar. Rinciannya pajak sebesar Rp 12 miliar dan retribusi sebesar Rp 11 miliar.
Dari target PAD, jumlah pendapatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah terbesar dari pajak penerangan jalan umum (PJU).
Tak tanggung-tanggung, angkanya mencapai Rp 6 hingga Rp 7 miliar per tahun.
"Pajak PJU memang pendapatan terbesar," ujar Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten HST, Syahruli.
Pendapatan terbesar lainnya, yakni dari retribusi parkir. Tahun ini retribusi parkir ditarget Rp 5 miliar.
"Sekarang pendapatannya sudah mencapai 83 persen," katanya.
Dibeberkannya 75 persen capaian pajak dan retribusi dari berbagai aspek. Termasuk pajak bumi dan bangunan.
"Potensi besar dari persil tanah objek pajak. Tapi ini juga belum maksimal. Kami akan lakukan pendekatan inovasi peran pendata pajak desa," terangnya.
Dari semua potensi pajak yang ada di HST, pajak sarang burung walet masih kecil. Dari target Rp 37 juta baru didapat Rp 2 juta.
Selain itu, ada dua jenis pajak yang belum digarap yakni pajak parkir dan pajak air bawah tanah.
Untuk pajak air bawah tanah pihaknya masih mengkaji potensi dan juga pemanfaatannya.
Ada sembilan sektor pajak yang digarap di HST, restoran lima persen, pajak perhotelan, galian C atau mineral bukan batuan dan logam, reklame, hiburan, sarang burung walet, PBB, PJU, dan BPHTB.
Sedangkan retribusi yakni retribusi parkir, jasa umum, jasa usaha, dan pelayanan lain. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Rabu, 27 November 2019

Optimalkan Pemeliharaan Lampu Jalan, Dishub Kota Tasikmalaya Sebut Siapkan Sistem Baru


TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Guna lebih mengoptimalkan pemeliharaan penerangan jalan umum (PJU), Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya akan membuat sebuah Sistem Informasi Administrasi Perangkat Jalan (SIAPJ).

Kepala Dishub Kota Tasikmalaya, Aay Zaeni Dahlan, mengatakan bahwa sistem tersebut diperlukan untuk mengefisiensikan pengeluaran anggaran listrik PJU.

Dalam sebulan, untuk menerangi jalanan Kota Tasikmalaya, Aay menyebut pihaknya mesti menganggarkan Rp 2,4 Miliar ke PLN.
"Saat ini hampir 90 persen di jalan kota sudah terpasang PJU, atau sekitar 14 ribuan PJU, nah sistem itu diperlukan agar semua PJU termonitor," kata Aay.

"Apakah kondisinya nyala atau tidak, yang pasti kalau dengan PLN itu harus bayar, mau nyala atau tidak juga. Nah sistem itu diperlukan untuk memastikan semuanya menyala," katanya.

Melalui sistem yang disiapkannya itu juga, dia mengatakan, pihaknya bisa mengetahui titik mana saja yang belum terpasang PJU.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

NTT Dapat Bantuan 1.160 Unit PJU Tenaga Surya untuk Daerah Perbatasan

Kupang (ANTARA) - Kepala Bidang Energi Baru Terbaruka, Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Paulus Kedang, mengemukakan NTT mendapat bantuan sebanyak 1.160 unit fasilitas penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya dari pemerintah pusat.

"Bantuan  PJU tenaga surya itu untuk tahun 2019 ini yang sebagian besar fokus untuk daerah perbatasan dengan negara tetangga kita Timor Leste," katanya di Kupang, Senin.
Dia menyebutkan, bantuan tersebut untuk sejumlah kabupaten di antaranya, Belu 600 unit, Timor Tengah Selatan 105 unit, Timor Tengah Selatan 100 unit, Malaka 18 unit. Selain itu, Kabupaten Sumba Tengah 200 unit, Sumba Barat 65 unit Manggarai Barat 20 unit.
"Jadi dominannya di wilayah perbatasan negara agar warga di sana bisa menikmati penerangan lebih baik sama seperti daerah lain di NTT maupun di negara tetangga," katanya.

Paulus menjelaskan, seribuan unit PJU tenaga surya ini, sebagian besar sudah terpasang dan ada yang sementara dipasang sehingga diharapkan tuntas pada akhir 2019.
Menurutnya, pemanfaatan listrik dari sumber energi matahari di NTT menjadi bagian dari fokus perhatian Kementerian ESDM karena NTT memiliki potensi tenaga surya yang memadai.
Selain PJU tenaga surya, lanjutnya, pihak kementerian terkait juga memprogramkan penerangan di atap rumah atau rooftop yang mulai disalurkan untuk NTT mulai 2020 mendatang.
"Fokus pertamanya di kantor-kantor pemerintah untuk dipasang roff top tenaga surya, dan selanjutnya kantor-kantor lain agar suatu saat semua bisa menggunakan penerangan dari energi baru terbarukan tenaga surya," katanya.
Dia menambahkan, upaya ini dilakukan sebagai gerakan pemerintah dalam mengurangi pemakaian energi fosil yang terus berkurang dan sewaktu-waktu akan habis terpakai.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Selasa, 26 November 2019

Kabar Gembira, PJU Kalampangan Segera Diperbaiki

PALANGKA RAYA- Kabar gembira bagi masyarakat Kelurahan Kalampangan pasalnya dalam waktu dekat akan ada perbaikan lampu jalan, oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (Disperkim), setelah beberapa tahun terakhir tidak berfungsi sehingga menjadi keluhan masyarakat di sana.
Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Heri Purwanto mengatakan, saat pelaksanaan rapat kerja komisi B dan mitra kerja beberapa waktu lalu usulan untuk perbaikan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kelurahan Kalampangan yang mana sebagai akses penerangan saat melintas di malam hari.

“Saya sangat senang akhirnya aspirasi masyarakat Kelurahan Kalampangan bisa terjawab, kami sudah melakukan upaya untuk memperjuangkan usulan mereka, sudah menjadi tugas kami sebagai wakil rakyat menerima aspirasi dari mereka,seperti perbaikan,” jelas Heri, kemarin.

Dia berharap, semoga kedepan sektor yang lainpun dapat dilakukan hal yang sama tidak hanya di Kelurahan Kelampangan, sektor lainnya pun dapat perhatian serupa anggota dewan dapil lainnya pun mempunyai harapan yang sama.

“Untuk itu tujuan dari kegiatan reses kami laksanakan, menampung berbagai macam usulan, aspirasi mereka menjadi tugas untuk kami perjuangkan nantinya saat bekerja kembali ke DPRD Kota Palangka Raya,  Melalui kegiatan Rapat Kerja Komisi B bersama Mitra Kerja inilah kami sampaikan berbagai macam usulan masyarakat agar dapat disepakati dan disetujui, ” beber Politikus Partai Hanura tersebut.
Heri menambahkan, semua ingin ada kemajuan serta pemerataan yang seimbang di kecamatan dan kelurahan masing-masing, begitu juga Kota Cantik Palangka Raya. Hendaknya tidak membanding bandingkan daerah satu dengan daerah lainnya, semua sama dan tetap bersinergi dalam memecahkan suatu masalah, melalui tahapan-tahapan yang sejalan dengan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya sesuai dengan visi misi wali kota.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Dishub Aceh Besar Hanya Mampu Benahi 300 Lampu Jalan, Dari 1.000 Bola Lampu yang Rusak per Tahun

SERAMBINEWS.COM, KOTA JANTHO - Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh Besar, hanya mampu membenahi 300 buah lampu jalan per tahun.
Sedangkan kerusakannya mencapai 1.000 bola lampu setiap tahun.
Adapun jumlah lampu jalan itu se-Aceh Besar mencapai 11.000 unit, belum termasuk lampu jalan yang memiliki meteran.
Kemampuan Dishub Aceh Besar ini akibat minimnya anggaran, sehingga pembenahan lampu jalan yang padam belum pernah tuntas dikerjakan.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh Besar, Azhari SE didampingi Kasie Pemeliharaan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), Basri SH, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Rabu (20/11/2019).
Azhari membenarkan banyak lampu jalan mati atau rusak, seperti di Desa Santan, Kecamatan Ingin Jaya, dan sekitarnya akibat penggalian kabel telkom dan PLN.
"Begitu juga terhadap pemangkasan ranting pohon kayu di jalan dua jalur Lambaro oleh pihak dinas terkait Provinsi Aceh juga bisa menyebabkan rusaknya lampu jalan," jelasnya.

Menurut dia, untuk membenahi kerusakan bola lampu jalan dan pekerjaan paket lampu jalan itu membutuhkan biaya besar.
Seperti untuk beli bola lampu merkuri 250 watt Rp 130.000 per buah, travo Rp 220.000, inektor Rp 50.000, photosel Rp 90.000, dan biaya ongkos perbaiki Rp 150.000 per buah.
Basri menambahkan penggunaan bola lampu jalan merkuri juga lebih cepat rusak akibat pasokan arus listrik PLN tidak stabil.
Sedangkan penggunaan bola lampu LED bisa bertahan lebih lama, yaitu mencapai lima sampai sepuluh tahun.
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Bupati Sergai Hadiri Peresmian Pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya

Sergai, Kongkrit.com—Bupati Serdang Bedagai Ir H Soekirman di wakili oleh Sekdakab H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP hadiri peresmian pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya di Aula Kantor Camat Sei Rampah.(13/11/2019)
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, Kementerian ESDM RI Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi yang diwakili Dr. Ir. Hananto Kurnio, M.Sc, H. Abdul Wahab Dalimunthe, S.H., dari Komisi VII DPR RI, Asisten Ekbangsos Ir. Kaharuddin, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Syafrial Budi, SP, MP, Kadis Perkim H Dasril, SKM, M.Kes, Camat Sei Rampah Drs. Nasrudin Nasution, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Sambutan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman yang di bacakan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) H. M. Faisal Hasrimy, AP, MAP, mengungkapkan apresiasi dan rasa terimakasih atas bantuan yang diserahkan Kementerian ESDM. Bantuan ini penting nilainya dikarenakan penerangan jalan merupakan sarana yang masih dibutuhkan dalam jumlah banyak, baik yang bersumber dari tenaga surya, listrik ataupun Solar Home System (SHS).
Bantuan ini juga merupakan hasil sinergitas antara Pemkab Sergai dengan DPR RI khususnya anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Sumut. Sampai dengan tahun 2019 kita sudah membangun 18.166 unit lampu penerangan jalan, demikian halnya dengan PJU tenaga surya yang sudah terbangun sebanyak 334 unit. “ Kami sangat berharap bantuan semacam ini bisa tetap berlanjut di waktu yang akan datang untuk meminimalisir kecelakaan dan kejahatan yang rawan terjadi akibat kondisi penerangan jalan yang buruk.

Bupati juga menghimbau partisipasi masyarakat untuk dapat menjaga PJU yang rawan jadi sasaran pencurian komponen. Ia juga meminta apabila ada lampu yang rusak, sengaja dirusak ataupun dicuri agar segera melaporkan ke pihak terkait, khususnya dalam hal ini Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Kementerian ESDM RI Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi yang diwakili Dr. Ir. Hananto Kurnio, M.Sc, menuturkan bahwa Kementerian ESDM menyerahkan sebanyak 300 unit PJU-TS dengan titik pemasangan di 4 Kecamatan yaitu di Perbaungan kelurahan Simpang Tiga Pekan sebanyak 100 unit, Kecamatan Teluk Mengkudu di Desa Liberia sebanyak 50 unit, Kecamatan Sei Rampah di Desa Firdaus sebanyak 50 unit, Kecamatan Tebing Tinggi di Desa Paya Lombang sebanyak 50 unit dan di Desa Paya Bagas sebanyak 50 unit.(Ardi)
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,

Budi Doku Apresiasi Bantuan 5.000 Lampu Solar Cell Di Gorontalo

GOPOS.ID, GORONTALO – Lauching program Indonesia Terang oleh PT. Imza Rizki Jaya rupanya membawa berkah bagi Provinsi Gorontalo. Khususnya dalam sektor pembangunan.
Untuk itu, PT. Imza Rizki Jaya memberikan bantuan sebanyak 5000 unit lampu solar cell atau lampu dengann listrik tenaga surya untuk pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Provinsi Gorontalo.
Program pembanguan ini merupakan pertama di kawasan pulau Sulawesi.
Program yang digagas PT. Imza Rizki Jaya diawali dengan launching program Indonesia terang Selasa (5/11/2019), bertempat di Graha Mufidah.
Program Indonesia Terang ini tentunya mendapat apresiasi dari mantan Wakil Walikota Gorontalo, dr. Charles Budi Doku.
Menurutnya program Terang Indonesia sangat tepat diberikan di Gorontalo. Serta sebagai langkah kongkrit mitra swasta untuk kemajuan daerah dalam sektor pembanguan.
Apalagi menurutnya perusahaan yang di pimpin Rizayati, SH, MM memilih Provinsi Gorontalo sebagai Provinsi pertama yang berada di kawasan Pulau Sulawesi untuk pembangunan penerangan jalan dengan menggunakan solar cell atau listrik tenaga surya.
 “Kita patut berterima kasih kepada PT. Imza Rizki Jaya. Karena Gorontalo adalah Provinsi pertama yang dipilih dan langsung dibangun 5.000 unit lampu solar cell untuk Penerangan Jalan Umum (PJU),” kata Budi Doku.
Mantan senator senayan yang kerap disapa CBD ini mengatakan pembiayaan program Indonesia Terang ini sama sekali tidak membebankan APBD. Maka perlu mendapat dukungan dan patut memberikan apresiasi. Sebab program ini tidak menggunakan APBD maupun APBN.
“Jadi sudah sepatutnya untuk kita dukung dan support. Apalagi untuk Gorontalo kebagian 5.000 unit. Setidaknya ini sangat membantu para warga yang berada di pelosok yang membutuhkan penerangan jalan,” kata CBD.
Menurutnya, perlu ada kolaborasi dengan pihak perusahan PT. Imza Rizki Jaya untuk program-program pemerintah yang berfokus kepada bidang kesejahteraan masyarakat. Ke depan program yang dijalankan perusahan ini akan tercatat di BAPPENAS RI.
Karena ada aturan yang mengharuskan semua dana hibah, grand dalam bentuk uang maupun infrastruktur harus dilaporkan agar tercatat dalam laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP).
“Sesuai peraturan menteri keuangan republik Indonesia nomor 99/PMK.05/2017, tentang administrasi pengelolaan hibah. Dan tentunya kalau dana hibah dari luar maupun dalam Negeri mempunyai beberapa kekhususan. Karena negara akan berterima kasih kepada Negara pendonor,” tutup CBD.
Sementara itu, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou juga manaruh harapan agar kedepannya PT. Imza Rizki Jaya dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah. Khususnya Kabupaten Bone Bolango.
Bahkan dengan terjalinnya kerja sama antara pemerintah daerah, pihak pemda sendiri akan menghibahkan tanah untuk pembangunan lampu penerangan jalan tersebut.
“Kami dari pihak Pemda Bone Bolango membuka pintu selebar-lebarnya untuk PT. IRJ agar nantinya dapat bekerja sama. Baik untuk penerangan jalan atau bahkan untuk pembangunan Rumah Sakit kami siap untuk menghibahkan lahannya,” ujar Hamim.
Selaku pimpin perusahaan, Rizayati menjelaskan sejak zaman Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, pihaknya sudah bergerak untuk masyarakat banyak. Tidak hanya PJU, tetapi pihaknya telah membangun rumah sakit dan hotel dengan memakai dana hibah dari luar negeri.
“Dan dalam waktu dekat ini saya akan berangkat lagi ke luar Negeri, di Eropa dan Amerika. Tujuannya untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait program-program yang telah kami siapkan,”tandas Rizayati.(Isno/adv/gopos)
Jika anda memerlukan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya atau bertenaga listrik, lebih baik anda mempercayakan PT. Surya Energy Indonesia yang sudah berpengalaman dan berkompeten dalam memasok dan memasang PJU listrik maupun solar cell dan perlengkapan terkait lainnya. Anda dapat mengakses www.pjusolarcell.com atau www.surendo.co.id

Label: , , , , , ,